Kasih Tak Sampai 3
KASIH TAK SAMPAI 3
SARI..
Hanya bisa berguling-guling di atas kasur. benar-benar membosankan, indah kenapa ya..? aneh sekali apa karena ice krim, kata, nakal, kenapa si indah marah seperti itu. aku hanya bisa bergumam dalam hati. si indah kenapa, kenapa dan kenapa, salahku apa?.rasa bersalahpun hadir semenjak kejadian pagi itu. ku telefon indah tak pernah dia angkat, SMS pun tak pernah di balas. ya ALLAH dia kenapa sih.
TOK..TOK..TOK." Aldi...
" kamu sudah siap-siap belum? itu, ibu sari sudah menunggu di ruang tamu " ibu menegtok pintu, dan lamunanku buyar, segera aku bangun dari tempat tidur. " iya bu sebentar, aldi tiggal mandi saja ". iya.. hari ini sudah tiba saatnya aku berpindah kehidupan ke surabaya unruk meneruskan pendidikanku. dan tak lupa menemui sari di pondok. tak apa lah sudah lama juga aku tidak berjumpa dengan sari. paling nanti hanya sekedar say hay aau asslamualikum.
ENTAHLAH......
" Assalamulaikum tante.. " sapaku pada ibunya sari, tante nadin yang tengah duduk si sofa " waalaikumsalam aldi. sudah siap? " tanya tante nadin sambil bertatapan dengan ibuku " insyaallah te, tante tidak dengan om ardi? " tanyaku basa basi " iya.. om ardi menunggu di luar al " jawab tante nadin sambil menyeruput teh hangat yang di buatkan ibu tadi. " mbak nadin, monggo.. biar tidak terlalu malam naympeknya " ajak ibu sambil membenahi kerudungnya. hari ini ibu kelihatan beda sekali, rapi dan canntiik sekali. " ayah.. mana bu? " tanya ku sambil menolah noleh. " ayah menunggu di luar dengan om ardi " jawab ibu sambil memegang koperku. " baiar aldi saja bu " segera ku ambil koper yang akan di bawa oleh ibuku. " ya sudah.. ayo.. mari bu nadin" ajak ibu padaku dan tante nadin. aku mendahului mereka entah mereka sedang mebicarakan apa, tapi aku tak mau ikut campur urusan ibu-ibu.
" buk.. sudah kabari sari di pondok?, klo kita mau kesana " tanya om andi pada istrinya. " sudah yah.. nanti kita panggil sari, nanti dia akan keluar kok " jawab tante nadin dengan senyuman sumringahnya. ssangatlah banyak pembincangan orang tua ku dengan orang tua sari di dalam mobil. aku hanya jadi pendengar sekaligus penonton dari canda tawa mereka. yaa.. om dan tante hanya menanyaiku tentang sekolahku di GARUDA... sampai aku tertidur pun sepertinya mereka masih dengan tawa.
Kami sudah sampai di wilayah kraton yogyakarta. sebelum aku diantarkan, kami menemui sari terlebih dahulu. sebetar lagi kami akan sampai di pondok pesantren HAFIFZ HAMALATUL. dan aku baru tau bahwa sari mengambil pendidikannya di pondok ini, hatiku bergumam dalam diam dan menyerukan kalimat astghfirullah dan subhanallah, mengapa dulu aku tidak mondok saja, aku melihat para santri yang berlalu lalang sambil memegang mushaf al_qur,an, wajah mereka sangat bercahaya dan aku yakin cahaya itu di sebabkan keistiqomahan mereka dalam mebaca al qur,an.
Di sana ada asrama putri, di ujung jalan yang tadinya banyak santri putra, mungkin di sana juga sari tinggal. entah kenapa perasaanku berbeda mulai dari tadi sampai sekarang, jantungku deg-gean, dan aku berkeringat dingin, untung ibu dan tante nadin tidak menyadari tingkahku
" alhamdulillah sudah sampai, yah ayo samean turun duluan dari mobil, ibu dan mbak yani menyusul, aldi ikut om ya.. ".seru tante nadin dan menyuruhku ikut dengan om dan ayah.
seperti orang yang bermusuhan saja, aku hanya sendirian, ayah dan om andi berbincang-bincang, dan ibu masih belum turun dari mobil.entah sedang apa mereka berdua. " yah.. bantuin ibu ambil barang barangnya sari " ajak ibu nadin pada om andi. mereka membawakan bekal untuk sari tak terkecuali ibu dan ayahku, entah kenapa mereka sangat perhatian pada sari, tapi tidak apa-apa itu tak masalah. " mas andi... sudah panggil sari? " tanya ibuku pada om andi " tadi sudah, tapi katanya masih ada kegiatana mengaji bersama dengan pengasuh mbak " jawab om andi sambil melihat jam tangannya karena memang sudah agak sore, " emmm.. baiklah kita tunggu saja ". dan untuk satu jam kami menunggu sari dan akhirnya dia datang juga..
" alhamdulillah sari.. kamu datang juga nak ibu rindu " seru tante nadin, mereka sepertinya sangat bergembira sedangkan aku masih seperti orang yang dimusuhi, tidak ada yang mau mengajakku berbicara, " sari... nak.. tante juga ikut nyambangin sari karena tanten kangen sari, sari tidak kangen tante? kok gak peluk tante ...". guyonan ibuku, dan sepertinya ibu memeluk sari. tp kenapa sari belum ada respon untuk semua perrtanayaan tante nadin dan ibuku. " assamualaikum semua.... ibu, tante sari juga sangat merindukan kalian ".ibu dan tante nadin seperti terkejut dan akupun juga . kami datang tanpa salam, sedangkan sari dengan lembutnya mendoakan kita,subhanallah. belum kulihat wajah yang sudah lama tidak ku lihat dan mungkin tidak ku ingat, dan akhirnya ada juga orang yang memanggilku dari sekian lama perjalanan, " aldi..... kemari ucapkan salam pada sari calonmu "
TERKEJUT.. benar-benar terkejut. ibu salah bicara apa bagaimana aku tidak tau, tp pendengaranku masih sehat dan tadi itu sangat jelas sekali " TUNANGAN". aku harus positif thingking. dan baru pertama kalinya aku bertatapan dengan sari dari sekian lama kami tidak pernah bertemu semenjak dia mondok. " assalamualikum... aldi apa kabar? " entah mengapa dia langsung memulai percakapannya dengan salam, aku hanya bisa kebingungan dan menyebut nama allah dalam hati, mengapa begitu teduh dan sayu wanita yang ada di depannku ini ya allah. " waalaikumsalam sari..alhamdulillah sehat bagaimana denganmu ? " tanya ku sedikit gugup,para orang tua hanya senyum dan saling menatap. entah ada apa ini.
dan dari sekian banyak percakapan, akhirnya ibuku memcahkan percakapan yang hanya sekedar tanya-tanya pondok " aldi.. sudah kenal sari bukan? di sini kami ingin membicarakan tentang pertunangan kalian " apa ini ya allah?, pertunganan yang bagaimana? kenapa aku tidak tau sama sekali. gumamku dalam hati, sari juga ikut terkejut dengan pengakuan ibuku. kami seperti orang linglung, sari hanya tersenyum sedagkan aku kebingungan.. bagaimana dengan perasaanku terhadap INDAH...

Semangat kakak.lanjutkan menulis karyanya..🤣🤣🤣
BalasHapusMangats... ko !!!
pengarangnya cewek, tp pemeran ke "aku" nya (Aldi) cowok.
BalasHapuskarya yg luar biasa, tetap semangat adekku dalam menulis dan berkarya
cerpennya bagus banget..jd penasaran nih kelanjutannya..semangat dek..
BalasHapusSemangat kakak.lanjutkan menulis karyanya..🤣🤣🤣
BalasHapusMangats... ko !!!
Semangata bebeng
BalasHapusSemangata bebeng
BalasHapus😭
BalasHapusLanjutkan karyamu sih😍
BalasHapus